Minggu, 06 Oktober 2019
Market Review : Emas Terus Menguat, Respon Laporan Ekonomi AS Yang Kembali Melambat ANALISA | 04 Okt, 06.55 GMT
Indeks Dolar anjlok kembali dibawah level 99 setelah laporan ISM Non-Manufacturing AS dirilis turun dibawah level 50 untuk menjadi 49.5 - jauh lebih rendah dari perkiraan 55.00.
Diluar data yang mendorong dolar AS tertekan - harga emas juga diuntungkan dari potensi ketegangan di Tumur Tengah, Setelah Pejabat AS manyatakan kekhawatirannya bahwa Turki mungkin akan melakukan serangan besar ke Suriah Utara dan memicu pemberontakan terhadap kelompok Kurdi.
Merespon serangkaian berita tersebut, pasar emas teru menerima aliran safe havenn sepanjang sesi perdagangan berlangsung.
Pagi ini, harga emas masih stabil bertahan diatas kisaran $1,500.00 per troy ounce saat berita ini ditulis.
Disesi perdagangan Kamis (3/10) , Harga emas spot ditutup naik sebesar $6.05 atau 0.40% berakhir pada $1,505.05 per troy ounce, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,519.30 dan serendah $1,495.55.
Sementara emas berjangka kontrak Desember ditutup naik sebesar $5.90 atau 0.40% berakhir pada $1,513.90 per troy ounce di Divisi Comex.
Memasuki sesi perdagangan hari ini (3/10) Pasar emas masih akan terfokus pada serangkaian fundamental Perang Dagang dan pergerakkan Dolar yang kembali melemah dibawah level 99.
Selain itu, pasar juga akan terfokus pada laporan Non-Farm Payrolls AS pada pukul 19:30 GMT+7.
Secara teknikal, harga emas masih berpeluang melanjutkan penguatan setidaknya pada kisaran $1,524.00. Dengan level support kuat emas berada pada level $1,494.80.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Saham dan obligasi telah jatuh hampir sepanjang tahun karena kebijakan Fed yang lebih ketat mengangkat imbal hasil dan mengurangi selera ris...
-
Berita Forex -- CNH adalah singkatan dari RMB lepas pantai (Chinese Yuan) yang diperdagangkan di luar China daratan, kebanyakan di HongKong...
-
SINGAPURA — Saham China berbalik dari penurunan awal pada hari Selasa setelah jatuh pada hari sebelumnya, meskipun ada kekhawatiran Covid di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar